Langsung ke konten utama

Sejarah Benua Eropa


Eropa merupakan suatu benua dengan kondisi daratan terendah di dunia dengan ketinggian rata-rata hanya mencapai 300 meter. Secara geografis, benua ini merupakan slaah satu bagian dari beberapa negara di Asia atau yang disebut dengan Eurosia.

Benua Eropa sering kali disebut dengan beberapa julukan seperti Benua Biru, karena mayoritas penduduknya bermata biru, dan Benua Putih karena mayoritas penduduknya berkulit putih.

Letak geografis benua Eropa yaitu 710 LU - 350 LS dan 90BB - 660 BT. Memiliki luas 10.900.000 km persegi, benua Eropa membujur dari bagian barat ke timur sejauh 5.300 km dan melintang sejauh 3.950 km.

Dahulu, sebanyak 80-90% Eropa merupakan kawasan hutan yang menyebar daei Laut Mediterania sampai Samudra Arctic. Meskipun demikian, hampir separuh hutan awalnya telah menghilang setelah kolonisasi selama berabad-abad.

Saat ini, Eropa masih memiliki seperempat dari seluruh hutan dunia—hutan spruce Skandinavia, hutan pinus yang luas di Russia, hutan hujan chestnut Kaukasus, dan hutan oak cork di Mediterania. 

Sejarah Benua Eropa

Eropa mempunyai sejarah kebudayaan dan ekonomi yang panjang serta memiliki pengaruh yang amat besar pada perkembangan zaman dalam peradaban manusia. Penemuan terakhir di Monte Poggiolo, Italia, dari ribuan batuan buatan tangan yang ditanggal karbon sejauh 800.000 tahun lalu, memberikan sebuah bukti penting.

Berawal dari budaya demokratik serta individualistic Barat seringkali disebutkan berasal dari Yunani Kuno. Selain itu, beberapa pengaruh lainnya seperti Kristen juga turut mempunyai andil atas penyebaran konsep seperti eglitarianisme dan hukum yang universal.

Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine dan Danube selama beberapa abad. Mengikuti penurunan Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan dari yang dikenal sebagai Zaman Migrasi.

Masa tersebut dikenal sebagai Zaman Kegelapan sampai ke Renaisans.di masa ini, komunitas monastic terisolasi di Irlandia dan di beberapa tempat lain menjaga dan mengumpulkan secara hati-hati pengetahuan tertulis yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Renaisans dan Monarki Baru menandakan mulainya masa penemuan, eksplorasi, dan peningkatan pengetahuan ilmiah. Abad ke-15, Portugal membuka awal penemuan yang kemudian diikuti oleh Spanyol.

Selanjutnya, Perancis, Belanda, dan Britania Raya turut bergabung dalam membangun kekaisaran kolonial besar dengan daerah kekuasaan yang luas di Afrika, Amerika, dan Asia.

Setelah masa penemuan, konsep-konsep demokrasi mulai menemukan pengaruhnya di Eropa. Perjuangan dalam memperoleh kemerdekaan mulai muncul, terutama di Perancis pada masa yang dikenal sebagai Revolusi Perancis.

Hal tersebut menimbulkan pergolakan yang besar di Eropa karena ide-ide yang revolusioner ini menyebar ke sepanjang benua. Kebangkitan demokrasi menyebabkan bertambahnya tekanan di Eropa selain tensi-tensi yang telah ada karena persaingan di Dunia Baru.

Secara keseluruhan, konflik yang paling terkenal adalah disaat Napoleon Bonaperte merebut kekuasaan dan membentuk Kekaisaran Perancis yang jatuh tak lama kemudian. Setelah itu, perlahan-lahan kondisi Eropa menjadi stabil. Namun, sisa-sisa dari konsep periode lama mulai runtuh.

Abad ke-18, revolusi Indistri di Britania Raya dimulai. Hal tersebut menyebabkan pergerseran dari pertanian, kemakmuran rakyat yang semakain bertambah dan pertumbuhan penduduk. Banyak negara di Eropa yang menemukan bentuknya seperti saat ini pasca Perang Dunia II. Pasca Perang Dunia II hingga Perang Dingin, Eropa terbagi menjadi dua blok politik dan ekonomi utama. Sekitar tahun 1990, Blok Timur pecah bersamaan dengan jatuhnya Tembok Berlin.

Karakteristik Benua Eropa

• Letak dan Luas  Benua Eropa

Letak astronomis Benua Eropa adalah 36°LU-71°LU dan 9°BB-66°BT. Luas daratan Eropa sekitar seperempat belas luas daratan di bumi dan menduduki peringkat ke-2 terkecil setelah daratan Australia. Benua Eropa membujur dari barat ke timur sejauh 5.300 km dan melintang 3.950 km. Luasnya adalah 10.900.000 km².

• Batas Wilayah Benua Eropa

Secara geografis, benua Eropa berbatasan dengan :

Utara : Kutub Utara (Arktik)

Selatan : Benua Afrika dan Laut Tengah

Timur : Selat Bosporus dan Laut Hitam

Barat : Samudera Atlantik

• Keragaman Penduduk Benua Eropa

Sebagian besar penduduk Eropa saat ini merupakan bangsa rasa kaukasian. Namun sebenarnya penduduk asli benua Eropa adalah suku Nordik, Alpina, Mediteran, Slavia, dan Dinara. Masing-masing suku memiliki ciri khas yang terlihat di warna rambut dan mata.

Nordik : Di wilayah Eropa Utara (Semenanjung Skandinavia, Jerman, Belanda), Mata biru dan rambut pirang.

Alpina : Di wilayah Eropa Tengah (Belgia, Swiss, Perancis), Mata coklat dan rambut pirang.

Mediteran : Italia, Spanyol, Yunani ; Mata agak kecoklatan dan rambut hitam bergelombang.

Slavia : Yugoslavia, Slovakia, Rusia, Bulgaria ; Mata abu-abu biru dan rambut pirang keputihan.

 Dinara : Rumania, Rambut gelap.

• Perkembangan Industri di Benua Eropa

Keunikan benua Eropa juga terlihat dari perkembangan industrinya. Negara-negara di benua Eropa membangun beberapa industry mulai dari industry ringan sampai berat. Sektor industri perikanan banyak tersebar di negara-negara Eropa Barat yang berbatasan dengan teluk dan laut. Industri yang berkembang di benua Eropa adalah pertanian, mulai dari sayur, buah, sampai gandum. Selain itu, industri lainnya yang ada di benua Eropa antara lain tekstil, makanan minuman, farmasi, kosmetik, elektronika, transportasi, dan lain sebagainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Sungai Terindah Di Eropa

Berlayar di sungai adalah salah satu cara yang menarik dan santai untuk melihat keindahan benua Eropa, melihat kota, wilayah, dan negara dari sudut pandang berbeda serta menjelajahi tujuan menarik lainnya yang mungkin terlewatkan dalam rencana perjalanan liburan kita. Mengikuti rute salah satu sungai terindah di Eropa, seperti Danube, Rhine, atau Rhone, kita akan melintasi pemandangan yang menakjubkan dan melewati desa-desa yang menawan.  Tak heran jika banyak orang memilih untuk melakukan wisata sungai di Eropa.  Buat kalian yang tertarik dan berencana berlibur ke Eropa dan ingin mencoba wisata sungai, berikut kami sajikan 4 rekomendasi sungai terindah di Eropa 1. Sungai Danube Danobe merupakan sungai terpanjang kedua di Eropa, dan juga salah satu yang paling memukau diantara sungai lainnya. Sungai Danube mengalir melewati 10 negara, serta empat ibu kota (Beograd, Bratislava, Budapest, dan Wina). Yang paling menarik berlayar disungai Danube adalah perjalanan ke Biara Melk yang megah,

Kuliner Tradisional Khas Benua Eropa

Benua Eropa merupakan salah satu tempat destinasi wisata yang wajib banget kamu kunjungi ketika liburan panjang telah tiba. Benua Eropa memang dikenal sebagai benua yang terdiri dari banyak lokasi yang sangat menarik. Namun, selain   destinasi yang dapat memanjakan mata, terjadi ada begitu banyak kuliner tradisional yang dapat kalian coba di sini. Berikut ini beberapa daftar makanan tradisional khas benua Eropa yang wajib banget kamu cobain dikala sedang berlibur ke tempat ini. Penasaran apa saja? Berikut penjelasannya. Kuliner Tradisional Khas Benua Eropa 1. Shashlyk Kuliner tradisional pertama yang wajib kamu cobain di Eropa adalah Shashlyk. Shashlyk merupakan kuliner tradisional khas Rusia. Makanan ini terbuat dari daging domba, sapi, atau ayam, yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan menggunakan batang yang terbuat dari besi. Biasanya hidangan ini akan ditambah dengan toping nanas atau paprika. 2. Cepavi Kuliner tradisional berikutnya yang wajib kalian kunjun